Pengarang: Dr. Elis Suryani Nani Sumarlina, M.S., Dr. Undang Ahmad Darsa, M.Hum., Aswina Siti Maulidyawati, S.Hum. M.Hum.
Editor: Rangga Saptya Mohamad Permana, M.I.Kom.
Penelaah: Wina Erwina, Ph.D., MA.
Cetakan: ke-1, 2025, 123 hlm + vii
ISBN: 978-623-6706-51-0
Sinopsis: Manuskrip sebagai dokumen budaya masa silam, dapat menjadi pembuka jalan untuk menelusuri eksistensi Kerajaan Tarumanagara pada zamannya. Masalah ini berkaitan dengan genealogi, bukti tertulis (naskah dan prasasti) maupun bukti dan fakta sejarah ‘kerajaan’ Sunda kiwari. Apakah data dan fakta dimaksud hanya sekadar serpihan-serpihan yang diambil dari tradisi lisan? Apapun wujudnya, data dan fakta tentang kerajaan masa lampau sejatinya sangat berguna dalam upaya menunjang teks manuskrip yang sulit dibaca. Terkait adanya isu bahwa kerajaan Tarumanagara dianggap fiktif. Apa motif di balik itu semua? Mungkinkah fenomena ‘kerajaan abal-abal’ yang kini muncul saling berkaitan dengan adanya ‘pengingkaran terhadap Kerajaan Tarumanagara dimaksud? Jawabannya mungkin ya mungkin juga tidak. Masalah ini menarik untuk ditelusuri dan dikaji dalam buku ini. Serpihan Terpendam Kerajaan Sunda ini dapat dijadikan acuan dan referensi bagi para pelaku budaya, guru maupun dosen dalam menunjang Mata Kuliah Filologi dan Kefilologian, Kearifan Lokal, di samping sejarah, antropologi, serta budaya khususnya. Buku ini diharapkan dapat lebih memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama yang berkenaan dengan sejarah dan serpihan-serpihan terpendam yang sudah dilupakan orang dan generasi muda Sunda.

